Volatilitas Rupiah Sudah Cukup Mengganggu

Direktur Utama Kresna Graha Investama Michael Steven mengungkapkan, bagi sebagian emiten, fluktuasi rupiah sudah cukup mengganggu. “Para pelaku bisnis umumnya menghendaki nilai tukar yang stabil,” ucap dia.

Dalam merespons depresiasi rupiah, kata Michael Steven, para pelaku pasar dianjurkan tidak panik. Apalagi pelemahan rupiah diperkirakan bersifat temporer dan lebih banyak dipicu faktor eksternal, terutama rencana The Fed menaikkan FFR.

Kresna Graha sendiri, menurut Michael, tidak terlalu khawatir terhadap depresiasi rupiah yan gterjadi belakangan ini. Sebab, bisnis Kresna Graha didominasi sektor digital. Jaringan bisnisnya pun banyak beroperasi di Indonesia.

“Untuk anak usaha yang beroperasi di luar negeri juga tidak masalah karena pembukuannya menggunakan US dolar,” ucap dia.

Comments are closed here.