Tumbuhkan Minat Investasi dengan Insentif Pajak yang Lebih Agresif

Kepala-BKPM-Thomas-Lembong

EmitenNews – Perlu upaya kuat untuk memperbanyak tumbuhnya minat investasi di Indonesia. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mendorong agar intensif pajak 2019 lebih agresif. Banyak peluang yang bisa diraih, dengan menawarkan insentif lebih agresif karena kita mesti rebutan dengan negara tetangga, negara saingan.

Kepada pers, di kantornya, Jakarta, Rabu (7/2/2019), Kepala BKPM Thomas Lembong merilis data terbaru, pertumbuhan investasi Indonesia pada 2018 melambat menjadi 4,1 persen. Padahal, tahun sebelumnya, sekitar 10 persen. Insentif ini sekaligus menjadi senjata Indonesia agar dapat bersaing dengan negara emerging.

Dari segi investasi, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Saat ini, insentif yang ditawarkan Indonesia antara lain tax holiday sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 35 tahun 2018, April 2018.

Fasilitas ini telah dinikmati oleh delapan wajib pajak sepanjang 2018. Nilai investasinya mencapai Rp161,3 triliun. Namun, capaian itu dinilai tidak cukup. Karena itu, pada 2019 diharapkan semakin banyak investor asing maupun lokal yang menerima tax holiday dengan nilai proyek besar.

Comments are closed here.