Pungutan OJK Disinsentif Emiten

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai pungutan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap industri pasar modal bisa menjadi faktor disinsentif bagi emiten atau perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pungutan OJK tersebut menjadi tidak kondusif di tengah upaya meningkatkan jumlah perusahaan yang mencari sumber pendanaan di pasar modal.

Franky WelirangKetua AEI Franky Welirang mengatakan, pungutan yang dilakukan OJK terhadap emiten adalah janggal. “Secara falsafah dasar, pungutan OJK terhadap emiten kurang tepat karena pengawas tidak bisa memungut dana dari yang diawasi. Pengawas jangan memungut dari yang diawasi,” tegas Franky ketika berkunjung ke redaksi Investor Daily, Rabu (11/6).

 

Menurut dia, pungutan OJK menjadi disinsentif terhadap upaya menarik perusahaan- perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham. “Pungutan ini akan membuat emiten-emiten besar di BEI akan lari dan mencatatkan sahamnya di luar negeri.  Sedangkan perusahaan yang akan go public bisa membatalkan rencananya itu,” ujar Franky.

 

Dia menilai iuran yang dipungut OJK kepada emiten juga bakal membuat pasar modal Indonesia tidak kondusif karena emiten yang nonkeuangan juga dipungut iuran. “Ini tidak kondusif bagi pasar modal, sedangkan kita harapkan lebih banyak perusahaan yang masuk pasar modal,” tambah dia.

Pungutan yang dilakukan OJK mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pungutan oleh OJK. Sedangkan ketentuan yang lebih rinci tentang pungutan diatur dalam Peraturan OJK Nomor 3/POJK.02/2014 yang berisi tentang tata cara pelaksanaan pungutan oleh OJK dan Surat Edaran OJK Nomor 4/SEOJK.02/2014 yang memuat tentang metode pembayaran kepada wajib bayar pungutan OJK.

One Response so far.

  1. Kodjovi says:

    Semua perusahaan wajib maunnggkepan kegiatan CSR sesuai dgan peraturan BAPEPAM dan pengungkapan tersebut ada di annual report, jadi silahkan download annual report dan jangan download financial report karena tidak ada laporan pengungkapan CSR di financial report. peneliatan anda sama dengan apa yang sedang saya kerjakan. selamat berpuyeng ria