Pemerintah dan Bulog Diminta tidak Terburu-buru Ekspor Beras

Beras-di-gudang-Bulog

EmitenNews – Pemerintah dan Bulog diminta tidak terburu-buru mengekspor beras. Harus tetap berhati-hati meski beras di gudang Bulog sudah 2,1 juta ton. Perlu mempertimbangkan, tahun ini pemerintah menambah kuota alokasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penambahan kuota otomatis membuat stok beras Bulog terganggu jika memaksakan diri untuk ekspor beras.

Komisioner Ombudsman RI, Alamsyah Saragih di kantornya, Senin (4/2/2019), mengatakan, dalam 2019 kemungkinan besar beras Bulog untuk rastra semakin berkurang. Pasalnya, pemerintah akan menerapkan 80 persen untuk BPNT. Saat ini 55,3 persen, sehingga diperkirakan akan berkurang.

Dalam proses ekspor biasanya negara importir akan meminta beras berkualitas bagus. Jika melakukan ekspor kualitas beras yang bagus, di pasaran akan berkurang. Kalau dipaksakan, kebijakan tersebut dikhawatirkan justru akan berimbas pada meningkatnya harga beras.

Semua itu, menurut Alamsyah akan berdampak pada operasi pasar oleh pemerintah. Stok beras berkualitas akan berkurang apabila pemerintah memutuskan untuk ekspor. “Di dalam nanti sisa stok dan stoknya tidak terlalu bagus maka ketika operasi pasar nanti tidak efektif jadi harga tidak bisa ditekan turun karena kan kualitasnya beras harus bagus.”

Comments are closed here.