Wagub Sumsel Akui Pembangunan LRT Palembang Memiliki Sejumlah Kelemahan

LRT-Palembang-Jokowi-lemah

EmitenNews – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengakui pembangunan sarana dan prasarana Light Rail Transit (LRT) Palembang memiliki sejumlah kelemahan. Selain kurangnya kajian mendalam, proyek tersebut dinilai terkesan asal jadi, karena harus selesai sebelum pembukaan Asian Games, 18 Agustus 2018.

“Akibatnya, LRT tersebut belum mampu mendorong sebagian besar masyarakat beralih ke angkutan masal itu. Mungkin pengkajiannya agak kurang dan terburu-buru karena ada Asian Games 2018,” kata Wagub Sumsel Mawardi Yahya kepada pers, Kamis (7/2/2019).

Karena masih minimnya orang yang menggunakan LRT, pendapatan dari penjualan tiket belum bisa menutupi biaya operasional. Sialnya, subsidi dari pemerintah pusat terancam dicabut karena membebani anggaran. Karena tak mungkin mensubsidi LRT, Pemprov Sumsel dan Kementerian Perhubungan akan mencari solusi agar LRT tetap beroperasi. Pemerintah daerah berkeberatan mensubsidi operasional LRT itu.

Sebelum resmi digunakan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, Presiden Joko Widodo, Juli 2018, sempat menjajal kereta ringan Light Rail Transit pertama di Indonesia itu. Jalur LRT Palembang sepanjang 22,3 kilometer itu memiliki 13 stasiun untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Comments are closed here.