Ketua Umum AEI: Franciscus Welirang

Franciscus Welirang, direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) periode 2014 – 2017, menggantikan posisi Airlangga Hartarto. Dia mengungguli rivalnya, Sandiaga Uno, pemilik Grup Saratoga.

423659645_11bb162aef_oPemilihan ketua umum itu dilakukan dalam Musyawarah AEI di Jakarta, Selasa, 3 Juni 2014. Franky, sapaan akrab Franciscus Welirang, dipilih oleh 77 anggota asosiasi emiten, sedangkan Sandiaga Uno dipilih oleh 40 emiten anggota AEI.

“Belum ada rencana yang terlalu muluk-muluk.Langkah pertama adalah memilih pengurus asosiasi,” ujar Franky usai dilantik menjadi ketua umum AEI di Jakarta, Selasa (3/6). Menurut dia, pada prinsipnya, AEI akan terus menjaga relasi yang baik dan kemitraan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“AEI dan OJK akan terus menganut prinsip win-win solution dalam setiap kebijakan baru. AEI juga akan giat melakukan sosialisasi dan edukasi untuk hal-hal yang menjadi tugas kami,” ujarnya.

Franky menilai, baik OJK maupun Self Regulatory Organization (SRO) selama ini sudah berada di jalur yang benar, termasuk dalam memfasilitasi kemudahan penawaran perdana umum (IPO) saham dan akses pendanaan di pasar modal. AEI juga berkomitmen selalu siap membantu OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam upaya menambah jumlah emiten dan investor di pasar modal.

“Bagaimanapun, market deepening adalah tugas OJK dan BEI. Kami siap membantu,” ucap dia. Dia menyatakan, AEI akan terus mendorong anggotanya untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance /GCG).

Hal itu penting untuk menambah daya saing emiten Indonesia dalam memasuki Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015. Franky mengingkatkan, penerapan GCG sangat berguna bagi kemajuan emiten karena dapat menambah nilai saham perusahaan. “Emiten yang bobrok tentu akan mendapat penalti dari pemegang saham publik. Harga sahamnya akan terus melemah,” ujar dia.

Franky optimistis, pasar modal Indonesia masih sangat menarik. Saat ini, pasar modal Indonesia adalah nomor tiga di Asean di bawah Malaysia dan Singapura. Masih ada ruang besar bagi pasar modal Indonesia untuk berkembang. Untuk itu, pasar modal Indonesia harus dibangun dengan strategi yang holistik.

“Pemerintah perlu menjaga ekonomi makro. OJK dan BEI perlu semakin mengkilapkan pasar modal. Dan AEI siap menjadi wadah autokritik bagi emiten-emiten Indonesia,” kata Franky. Dia berharap, OJK dan BEI perlu memberikan insentif-insentif yang rasional bagi emiten dan calon emiten. Hal itu akan menjadi pemanis untuk menarik minat korporasi masuk bursa.

“Tentu, otoritas juga perlu memberikan sanksi yang sepadan bagi emiten yang tidak tertib,” tegasnya. Pada kesempatan ini, Franky juga menyatakan, AEI akan menjajaki beberapa peraturan yang terkesan diskriminatif bagi emiten-emiten BEI. “Ini kontradiktif. Di satu sisi, OJK ingin menarik semakin banyak emiten. Di sisi lain, ada regulasi yang diskriminatif bagi emiten jika dibandingkan perusahaan-perusahaan yang tidak masuk bursa,” ungkapnya.

Sementara itu, Airlangga Hartanto mengatakan, Franky Welirang adalah figur yang pas untuk memimpin AEI. Franky mengerti sangat baik kinerja AEI dan pasar modal Indonesia karena pengalamannya yang luas. “AEI telah menjadi rekan diskusi yang baik bagi OJK dalam perumusan regulasi. Pak Franky juga selalu ikut terlibat dalam hal ini,” ujar dia

One Response so far.

  1. […] Franciscus Welirang Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia 2014 – 2017 […]