Ini Salah Satu Langkah Pengendalian Risiko KPEI Sebagai Central Counterparty Di Pasar Modal Indonesia

kliring-penjaminan-efek-indonesia-kpei

EmitenNews – Dalam menjalankan fungsinya sebagai Central Counterparty (CCP) di pasar modal Indonesia, KPEI wajib melakukan pengukuran, pemantauan dan pengelolaan risiko kredit, risiko likuiditas serta risiko pasar. Pengelolaan agunan merupakan perangkat pengendalian risiko yang diterapkan KPEI untuk mengelola risiko credit counterparty dari Anggota Kliring.

KPEI mewajibkan Anggota Kliring untuk menyetorkan agunan sebagai jaminan atas kewajiban penyelesaian transaksi bursa. Beberapa agunan yang dapat diterima oleh KPEI di antaranya uang kas, saham bursa, dana minimum kas, efek, deposito berjangka, saham Anggota Kliring, dan bank garansi.

Dalam perannya sebagai CCP, KPEI juga mengacu pada Principles for Financial Market Infrastructure (PFMI) yang diterbitkan oleh International Organization of  Securities  Commissions  (IOSCO). KPEI wajib mempertimbangkan risiko konsentrasi dan risiko likuiditas terhadap penempatan agunan dari Anggota Kliring (AK).

Dengan semangat itu, KPEI mengeluarkan Surat Edaran No. SE-005/DIR/KPEI/0918 tertanggal 24 September 2018, tentang Penempatan Agunan Bank Garansi, berisikan kebijakan baru atas pembatasan bank garansi sebagai agunan.

Demikian wawancara khusus EmitenNews.com dengan Kepala Divisi Penjaminan dan Pengelolaan Risiko KPEI Satya Birawa di kantor KPEI, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Comments are closed here.