Franciscus Welirang

Franciscus-welirang-aeiBapak Franciscus Welirang, sebagai Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia periode 2014 – 2017, yang juga Direktur Indofood berdasarkan hasil keputusan RUPST pada tahun 1995 dan diangkat kembali berdasarkan keputusan RUPST tahun 1999, 2004, 2009 dan 2012. Beliau bertanggung jawab memimpin Kelompok Usaha Strategis Bogasari. Beliau juga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Wakil Komisaris Utama PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (“Lonsum”), Komisaris ICBP, Komisaris PT Indosiar Karya Media Tbk, Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia, Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia dan anggota Dewan Penasihat Asosiasi Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia. Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Bursa Efek Surabaya dari tahun 2001 hingga bulan Oktober 2007 dan Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional hingga Oktober 2012. Bapak Franciscus Welirang meraih gelar Diploma dalam bidang Chemical Engineering dari South Bank Polytechnic di London, Inggris.

Beliau yang akrab dipanggil Pak Frangky ini mulai muncul di Salim Grup setelah menamatkan pendidikan insinyur kimia bidang plastik, di Institute South Bank Polytechnic, London, Inggris tahun 1974. Pria muda yang selalu merendah alias low profile itu, mengawali sepak terjangnya dengan bergabung pada Salim Economic Development pada tahun 1974 hingga 1975. Pada tahun 1977 hingga 1991 dia mulai diorbitkan ke salah satu anak perusahaan Salim Grup di Bogasari Flour Mills sebagai Wakil General Manager, dan makin dipopulerkan di lingkungan Salim Group sebagai General Manager pada tahun 1991-1992.

Selepas itu, pada tahun 1992 Pak Frangky mulai dirotasi tour of duty sebagai pada PT Indocement Tunggal Prakarsa, juga milik Salim Grup. Ketika Bogasari diakuisisi oleh PT Indofood Sukses Makmur (ISM) demi kepentingan strategi perusahaan, Frangky Welirang ikut terbawa promosi menjadi pada PT ISM, hingga sekarang. Ketika Eva Riyanti Hutapea menyatakan mundur sebagai CEO dan presiden pada PT ISM, nama yang dominan muncul pengganti Eva pada RUPS bulan Mei nanti adalah Pak Frangky. Pada Bogasari sendiri, terakhir dia ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi sebagai CEO dan presiden direktur.

Yang menarik dari diri Pak Frangky adalah kesederhanaan dan keinginannya yang besar membina kecil. Pembinaan ini akan menentukan cetak biru kemajuan usahanya sebab tepung terigu yang ditangani Bogasari – demikian pula Indofood dengan mie instannya—sampai ke tangan konsumen adalah melalui jasa para kecil termasuk pedagang kue dan mie instan di kaki lima. Jumlah mereka yang menjadi ujung tombak pemasar pun tidak sedikit bisa puluhan ribu tersebar di seluruh Indonesia. Bagi masyarakat awam maupun elit kelas menengah atas makanan roti, kue-kue, mie instan dan makanan ringan lain berbahan baku terigu telah menjadi makanan pokok kedua setelah nasi.

Pak Frangky sendiri mengakui, bahkan berprinsip bahwa kecil adalah jaringan yang membuat besar Bogasari. Mitra bisnis Bogasari itu, disebutkan Pak Frangky misalnya pedagang roti, pedagang bakso, maupun pedagang kue basah di emperan toko Pasar Senen dan Blok M. Kalau mereka bertumbuh dan berkembang, demikian Pak Frangky, tentunya Bogasari juga berkembang. Kalau mereka bangkrut, Bogasari juga tutup.

Pak Frangky menyebutkan terdapat puluhan ribu orang pengusaha kecil dalam naungannya. Mereka semua memperoleh bantuan dan binaan. Bantuan itu, misalnya berupa dana, penyuluhan, latihan, dan konsultasi untuk memperkuat para pengusaha kecil. Mereka itulah yang secara alamiah menjadi jaringan usaha terpenting serta berperan membesarkan Bogasari, dan sebagai timbal-balik mereka dibina oleh Bogasari. Menurut Pak Frangky, pembinaan ini sudah dilakukan sejak awal Bogasari berdiri.

Pria yang terlahir di Padang, Sumatera Barat, 9 November 1951 ini, terpilih menjadi Ketua Umum AEI periode 2014 – 2017 pada Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia tanggal 3 Juni 2014, di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, menggantikan Ketua Umum AEI sebelumnya yaitu Bapak Ir. Airlangga Hartarto, MMT, MBA.

Sebagai Ketua Umum AEI yang baru, Pak Franky berkomitmen akan menjaga hubungan yang lebih erat antara emiten dengan regulator, terutama penyesuaian falsafah dasar dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta mengharmonisasikan sejumlah peraturan.

“Tentunya ke depan banyak tugas yang harus diselesaikan. Saya akan coba membawakan tugas yang sudah dipesankan oleh OJK, bagaimana membawa AEI ini ke pasar bebas ASEAN 2015,” ujarnya.

Incoming search terms:

  • franciscus welirang
  • Dirut Bogasari sekarang
  • frangk kawilarang indocement
  • fransiscus welirang pic

One Response so far.

  1. Dominikus Lewuk says:

    Eli Nino benar-benar membuktikan dampaknya terhadap “benteng ketahanan pangan” di Indonesia. Hari-hari ini Ratusan juta hektar lahan sawah digerogotin hama yang memangsa tanaman padi.

    Di daerah Godean, Sleman, Yogyakarta, khususnya di daerah Klepu, Jalan Godean, banyak warga meresahkan serangan hama tikus terhadap tanaman padi. Hasilnya, petani tak bisa panen dan akibat “Gagal Panen”.

    Saya yakin, terkait ini ancaman El Nino di Indonesia, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) yang dipimpin pak Franky Welirang, dapat memberi solusi kepada petani guna mengatasi “gagal panen”akibat ancaman El Nino.

    Terima kasih

    Salam Sukses

    Dominikus Lewuk