Emiten Berharap Stabilitas Nilai Tukar

Direktur PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Sugiyanto Wibawa mengatakan, pihaknya mengharapkan adanya stabilitas nilai tukar untuk lebih mudah menghitung harga jual dan memroyeksikan kinerja perseroan.

“Kalau bicara stabilitas, secara jangka panjang kinerja kami cukup bagus. Kalau rupiah naik, harga barang juga naik,” tutur dia.

Dia menjelaskan, bagi perusahaan ritel, stabilitas nilai tukar dapat mendorong kepercayaan konsumen untuk berbelanja. Saat ini komposisi barang impor perseroan mencapai sekitar 80%. “Otomatis kami akan membebankan peningkatan harga jual kepada nilai barang ataupun konsumen,” ucap dia.

Corporate Secretary PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) Hardy Phan mengungkapkan, dalam merespons volatilitas rupiah, pihaknya dapat meningkatkan penjualan ekspor untuk menyeimbangkan nilai rupiah jika pelemahan rupiah terjadi dalam jangka waktu lebih panjang.

“Kami yakin pelemahan rupiah terjadi sesaat saja. Dolar AS akan kembali turun di bawah level Rp 14.000, karena BI dan pemerintah akan intervensi,” ucap dia.

Secara terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menekankan, OJK belum berniat mengeluarkan instruksi atau regulasi seperti buyback saham. “Soalnya, kondisi pasar masih baik hingga saat ini,” tegas dia

Comments are closed here.