Bursa Efek Indonesia Masih Kuat

Menurut Direktur Utama BEI Tito Sulistio, kondisi likuiditas di bursa saham domestik masih baik sekalipun sedang diterpa sentimen negatif.

Dia menjelaskan, sekitar 85% saham emiten di BEI masih aktif diperdagangkan dengan nilai perdagangan rata-rata Rp 8,9 triliun per hari. Valuasi saham di BEI juga sudah tergolong murah, dengan rata-rata PER 14,2 kali dan PBV 2,2 kali.

Selain itu, kata Tito, tahun lalu laba bersih 514 emiten dari total 572 emiten di BEI tumbuh sekitar 19,27% (secara keseluruhan tumbuh 22,29%).

Tren kinerja yang cemerlang, menurut dia, juga tercermin pada laporan keuangan kuartal I-2018. Sebanyak 48 emiten mencatatkan pertumbuhan laba bersih 21,15%.

“Jadi, sebetulnya di tengah kondisi koreksi yang terjadi belakangan ini, saham di BEI masih sangat menarik,” tandas dia.

Tito menegaskan, ketidakpastian (uncertainty) yang saat ini muncul di pasar saham lebih disebabkan faktor global, terutama rencana kenaikan FFR, ancaman perang dagang, dan rencana kenaikan harga minyak.

“Itu membuat investor asing bersikap wait and see. Padahal, PER saham kita, terutama saham-saham LQ-45, sudah berada di bawah 16 kali,” papar dia.

Comments are closed here.