Panel dengan Bootstrap

Majalah Listed Indonesia


Demi (Kesehatan) Indonesia

  Bank Dunia (World Bank) baru saja mengumumkan adanya potensi resesi dari indikator perlambatan ekonomi global. Proyeksinya, pertumbuhan ekonomi global hanya akan tumbuh 2,6 persen pada 2019. Turun dibandingkan 2,9 persen pada tahun lalu. World Bank juga menyinggung potensi ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan tumbuh di bawah 5 persen. Sebesar 4,9 persen pada 2020 dan terus turun menjadi 4,6 persen pada 2022. Semoga prediksi itu sekadar menjadi pengingat bahwa kita semua perlu waspada. Sejauh ini, perekonomian Negara kita masih relatif positif. Pasar modal misalnya, dari sisi Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih terbilang positif hingga awal September ini. Penerbitan efek baik untuk kepentingan ekspansi korporasi maupun pembiayaan kembali masih terus terjadi. Penanda bahwa iklim usaha masih berjalan dengan baik. Pada edisi kali ini, Listed Indonesia mengangkat tema Fokus tentang industri kesehatan. Tentu saja dikaitkan dengan peran para emiten terkait di dalamnya. Sekadar memberikan gambaran bahwa kehadiran para pelaku industri kesehatan di pasar modal menjadi bukti sumbangsih swasta. Urun peran terhadap Negara terhadap layanan dan kebutuhan dasar hidup masyarakat itu. Diharapkan peran tersebut semakin menggeliat seiring dengan meningkatnya pemahaman dan minat investor terhadap efek yang diterbitkan perusahaan sektor kesehatan.


Bangga Emiten Indonesia Mendunia

  Pada edisi Agustus 2019 kali ini, sesuai nuansa dan semangat HUT Republik Indonesia, fokus kami adalah tentang para emiten yang mampu membuat kebanggaan terhadap negeri ini. Produk dan jasa mereka bukan hanya sukses di dalam negeri tetapi juga diterima di banyak Negara lain di dunia. Menjalankan roda usaha dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Sebab merdeka berarti tidak terkurung. Lepas sampai bisa jauh berekspansi ke mana-mana. Tentu ada banyak emiten yang sudah mampu seperti itu. Tidak sedikit perusahaan yang dengan pencapaiannya masing-masing sebenarnya sudah mewakili makna kemerdekaan seperti kami maksud. Namun, dengan keterbatasan kami dan ruang yang dimiliki, tidak semua bisa kami sebutkan satu per satu. Sebagai perwakilan, sajian pada rubrik Fokus edisi kali ini semoga bukan sekadar representatif tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Hal terpenting dari pemaknaan kemerdekaan adalah semangat. Ya! Semangat yang semestinya lebih besar dibandingkan para pejuang kita. Sebab seperti banyak ungkapan bijak mengatakan; mempertahankan lebih sulit dibandingkan meraihnya. Selamat 74 tahun Indonesia merdeka. Selamat 42 tahun juga atas diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia yang kebetulan jatuh pada 10 Agustus. Semoga segala semangat itu tidak sekadar terwujud pada bulan ini namun seterusnya. Akhirnya, para pembaca yang budiman, kami ucapkan selamat untuk terus berkarya. Selamat membaca.Selengkapnya


Mencari Bentuk Otoritas (Khusus) Sawit

  Industri sawit saat ini sedang menjadi sorotan karena berada di antara peluang dan tantangan. Sebagaimana kita tahu, salah satu tantangan terbesar adalah dari sikap "sinis" Uni Eropa (UE) yang membuat pemerintah Republik Indonesia melakukan sejumlah tindakan. Meskipun, pada saat yang sama, industri sawit Indonesia melakukan pelebaran market Crude Palm Oil (CPO) seperti ke Timur Tengah dan Asia Selatan. Terlebih terjadi pertumbuhan industri hilir minyak sawit secara global. Hal-hal apa saja yang tersaji tentang industri sawit pada Listed Indonesia edisi Juli 2019 ini merupakan bagian dari cara dalam memandang persoalan di industri. Sub sektor perkebunan sawit merupakan tulang punggung dari sektor Agriculture, salah satu kontributor besar terhadap perekonomian Negara, dan merupakan komoditi unggulan bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia. Atas dasar itu lah edisi kali ini mengulasnya pada rubrik Fokus.Selengkapnya


Kabinet Baru Harapan Baru

  Mari menatap masa depan dan memupuk harapan yang lebih baik. Pesan itu lah yang secara umum di sajikan dalam fokus Listed Indonesia edisi Juni 2019. Secara resmi KPU sudah mengumumkan bahwa Indonesia akan kembali dipimpin presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama wakilnya yang baru, KH Ma'ruf Amin. Tentu saja masih banyak program lanjutan yang di nantikan keberlanjutannya pada periode kedua itu. Program pembangunan infrastruktur tampaknya masih menjadi prioritas pemerintah sampai 2024. Tentu saja semua berharap akan jauh lebih baik dan ditangani para menteri yang lebih baik. Maka, kabar tentang susunan kabinet baru pemerintahan Jokowi jilid kedua ini juga menjadi perhatian besar. Terutama bagi para pelaku pasar dan praktisi di dunia usaha. Para punggawa kabinet yang lebih professional dan sejalan. Para menteri yang lebih mengerti dan praktis dalam menjalankan programnya. Tentu saja mereka yang lebih mengerti terhadap dunia usaha. Untuk rubrik Inspirasi, di hadirkan salah satu CEO emiten termuda, Ridwan Goh, yang memimpin PT Mark Dynamics Tbk. Jangan lewatkan juga informasi lainnya pada rubrik Berita Pasar, Berita Regulator, dan Rileks yang mungkin pembaca sekalian butuhkan. Di sajikan yang terbaru dan berkaitan khususnya dengan industri pasar modal Indonesia.Selengkapnya


Kartini Masa Kini Kian Melek Investasi

  Puji syukur kita ucapkan, kuartal pertama 2019 dilewati dengan baik. Dua hal besar berjalan lancar: Pemilihan Umum (Pemilu) serentak dan kinerja industri keuangan secara umum. Tentu saja termasuk pasar modal di dalamnya. Satu hal yang pasti, stabilitas dan likuiditas sektor jasa keuangan tetap terjaga sampai kuartal I 2019. Satu hal yang juga tetap patut kita syukuri. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) memerlihatkan situasi positif itu. IHSG meningkat sebesar 4,43 persen (quartal ke quartal/QtQ). Investor asing juga dalam posisi aksi beli dengan mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp12,1 triliun sampai kuartal I 2019. Di pasar modal, korporasi berhasil menghimpun dana Rp28 triliun, dengan jumlah emiten baru sebanyak 6 perusahaan.

  Khusus pada edisi April ini, Listed Indonesia tidak banyak mengulas tentang situasi pasar. Kami memilih untuk mengapresiasi para srikandi yang berkaitan dengan industri pasar modal Indonesia dalam rangka hari Kartini. Maka Listed Indonesia edisi kali ini merupakan edisi paling cantik dibandingkan sebelumnya.Selengkapnya


Peluang dan Tantangan Laku Pandai

  Masih cerita tentang Maret, kami tim redaksi teringat tentang program Laku Pandai yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk perbankan Indonesia. Tepatnya dilaunching pada Maret 2015. Laku Pandai menarik untuk dibahas. Program yang juga memunculkan istilah branchless banking itu merupakan tonggak baru. Sejarah bagi industri perbankan nasional dan memicu perubahan teknis pada pola bisnis bank. Lalu, apa kabar Laku Pandai memasuki tahun kelima berjalan? Seperti apa pencapaiannya? Bagaimana dampaknya terhadap institusi bank yang mayoritas merupakan emiten dan menjadi salah satu kekuatan bagi pasar modal Indonesia? Berbagai pertanyaan itu lah yang kami coba bahas dan menjadi Fokus pada Listed Indonesia edisi kali ini. Di luar fokus tentang Laku Pandai, seperti biasa kami hadirkan beragam informasi terkini dari industri pasar modal. Tentang rencana penghapusan batas minimal harga saham Rp50 termasuk di antaranya. Tidak lupa, untuk rubrik Rileks, kami hadirkan tulisan tentang dinginnya berlibur ke Antartika. Tentang kesehatan coba kita bahas tentang Leukemia yang saat ini dibicarakan karena diidap oleh istri presiden RI keenam, Soesilo Bambang Yudhoyono.Selengkapnya


Gairah Aksi Korporasi di Pasar Modal

  Pembaca yang budiman, inspirasi lainnya kami hadirkan dari sosok Irwan Hidayat. Salah seorang pimpinan sekaligus ikon dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Biasa disingkat Sido Muncul. Secara eksklusif sosok bersahaja itu berbagi kisah kepada Listed Indonesia tentang bagaimana perusahaan itu pernah di "ujung tanduk". Nyaris kolaps. Inovasi yang sempat berbuah "musibah". Namun dari musibah pula situasi kelam itu berbalik arah menjadi seperti berkah. Silakan simak cerita selengkapnya bagaimana hal itu bisa terjadi. Dari rubrik Rileks, kami sarikan juga kisah inspiratif Ciputra atau akrab disapa Pak Ci. Tentang bagaimana pendiri Ciputra group itu menjaga kesehatan sampai saat ini sehingga bisa menyaksikan bisnis yang dibangunnya terus bertumbuh. Para pembaca setia Listed Indonesia, laporan utama yang menjadi rubrik Fokus edisi ketiga kali ini sebenarnya mengusung tema; Menakar Aksi Korporasi di Tahun Politik.Selengkapnya


Optimistis Hadapi Tahun Politik

  Selamat datang 2019. Tahun 2018 baru saja kita lewati bersama. Pada sepanjang tahun lalu, Indeks harga saham gabungan(IHSG) memang kurang akseleratif namun secara umum pasar modal Indonesia kondusif. Kami sampaikan sekilas tentang berbagai hal yang menjadi perhatian 2018 di pasar modal Indonesia. Dari sisi pencapaian jumlah emiten, tercatat sebanyak 57 emiten baru berhasil mencatatkan sahamnya secara perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Patut kita apresiasi karena salah satu rekor tertinggi sepanjang massa dan merupakan paling banyak dalam satu dekade terakhir.

  Tema besar edisi ini adalah; Pasar Modal Indonesia pada Tahun Politik. Khususnya tahun 2019 dan dibandingkan dengan tahun-tahun Pemilu sebelumnya, pada momen terjadinya Pemilihan Presiden (Pilpres) terutama 20 tahun pasca reformasi. Kami juga mewawancarai Kepala Eksekutif Pasar Modal, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen terkait tema besar itu. Kami coba mengulas peluang dan tantangan yang sama secara lebih spesifik mulai dari investasi saham, reksa dana, sampai surat utang. Berita Pasar dan Berita Regulator kami sajikan berbagai informasi terhangat. Pada rubrik Rileks, pembaca bisa "mengintip" liburan keluarga kecil pemilik julukan pakar saham, Ellen May. Secara eksklusif penulis beberapa buku tentang investasi di pasar modal itu mengirimkan foto-foto dan ceritanya kepada Listed Indonesia.Selengkapnya


Dari kami untuk Pasar Modal Indonesia

  Pembaca yang budiman, menghadapi penghujung 2018 dan bertepatan dengan 30 tahun Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) produk ini lahir. Kami menyebutnya; Listed Magazine. Majalah Listed Indonesia. Secara formal, nama lengkapnya The Magazine for Listed Indonesia Companies. Dalam keseharian, cukup disebut dengan nama Listed. Nama tersebut kami pilih mengacu pada kekhasan perusahaan tercatat atau perusahaan publik di Pasar Modal yang disebut Listed Company. Listed yang berarti sudah tercatat di Bursa Efek (stock exchange) hanya disandang oleh perusahaan publik. Emiten.

  Pada edisi perdana ini, Listed, sesuai dengan momentumnya, memilih untuk mengupas tentang 30 tahun AEI dikaitkan dengan perkembangan industri pasar modal Indonesia. Semoga menjadi salah satu edisi yang collectible item terutama bagi para anggota AEI. Selanjutnya Listed Indonesia akan terbit setiap bulan dan tidak diperjualbelikan untuk umum. Kami berupaya menyuguhkan manfaat dan karya yang baik pada setiap edisinya. Produk ini merupakan milik AEI namun dikelola secara professional oleh pihak yang berpengalaman di bidang jurnalistik, khususnya peliputan industri pasar modal dan terkait lainnya. Akhirnya, semoga majalah Listed manjadi salah satu "kado" berharga atas eksistensi 30 tahun AEI. Turut menyertai dan menjadi mitra positif untuk masa mendatang dan jangka panjang.Selengkapnya