Panel dengan Bootstrap
PT Lippo Karawaci Tbk menjual dua mal kepada NWP Retail Rp1,28 triliun. Kedua mal yang dilepas perusahaan real estat itu kepada perusahaan kerja sama antara Warburg Pincus dengan PT City Retail Developments itu Pejaten Village dan Binjai Supermall. (Dok. Republika).

Kata Bos PT Lippo Karawaci (LPKR) Soal Penjualan Pejaten Village Dan Binjai Supermall Rp1,28 Triliun


  EmitenNews.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjual dua mal kepada NWP Retail Rp1,28 triliun. Kedua mal yang dilepas perusahaan real estat itu kepada perusahaan kerja sama antara Warburg Pincus dengan PT City Retail Developments itu Pejaten Village dan Binjai Supermall. Transaksi perjanjian jual beli (CSPA) LMIRT Management Ltd, dari Lippo Malls Indonesia Retail Trust dan anak usaha yang dimiliki Lippo Karawaci, dengan NWP Retail. “Mal ritel terus menjadi bagian inti bisnis kami. Kami akan terus bekerja mengelola aset-aset kami secara proaktif untuk meningkatkan valuasi, mengidentifikasi peluang investasi, serta mengoptimalkan nilai pemegang saham,” ujar CEO Lippo Karawaci John Riady, Kamis (9/1/2020). Dengan strategi pengelolaan portofolio secara aktif, perusahaan berada pada posisi yang lebih baik untuk menutup kesenjangan valuasinya dengan menjual aset dengan harga pasar yang menarik.
  Di masa lalu, Lippo menggunakan strategi pengelolaan portofolio secara pasif di mana perusahaan gencar membeli dan memegang aset. Dengan divestasi, perusahaan memiliki fleksibilitas dalam hal likuiditas untuk berinvestasi pada aset-aset baru, mengembalikan uang kas kepada para pemegang saham, dan menjajaki peluang investasi lainnya. Lippo melepas Pejaten Village senilai Rp997,4 miliar atau 33,3 persen lebih tinggi dari harga perolehan awal Rp784 miliar. Binjai Supermal dijual Rp283,3 miliar atau 19,3 persen dari harga perolehan awal Rp237,5 miliar. Harga jual mal yang diakuisisi perusahaan pada 2012 itu sudah memperhitungkan diskon 4,1 persen (Pejaten Village) dan 8,3 persen (Binjai Supermall), dari nilai valuasi terbaru masing-masing mal Rp1,04 triliun dan Rp309,0 miliar. Perusahaan menilai transaksi penjualan tersebut memperkuat daya tarik pasar ritel Indonesia yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi kuat, kelas menengah yang bertumbuh pesat, serta demografi penduduk berusia muda dimana lebih dari separuh populasi berusia di bawah 30 tahun. ***


Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Asosiasi Emiten Indonesia dengan Emitennews.com.
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Emitennews.com.