Panel dengan Bootstrap
RUPST dan RUPSLB PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI), (Foto; Guruh Rachman/EmitenNews.com).

Pendapatan Sewa Berjangka Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) Naik 253 Persen


  EmitenNews.com - Perusahaan perkapalan, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) dengan fokus perusahaan di 2019 memperluas pangsa pasar, ekspansi armada di kapal kargo curah (Motor Vessel) dan Kapal Tunda dan Tongkang (TNB) juga peningkatan profitabilitas marjin. Mengutip keterangan resminya pada Kamis (28/11), Perseroan optimis target 2019 akan tercapai. Pertumbuhan Pendapatan Sewa Berjangka (time charter) mengalami kenaikan signifikan sebesar 253 persen per 31 Oktober 2019 yang berkontribusi pada kenaikan Pendapatan Perseroan sebesar 22 persen menjadi USD 62,7 juta dari USD 51,3 juta per 31 Oktober 2018. Kenaikan Pendapatan Sewa Berjangka tertinggi dari segmen MV diikuti segmen Floating Loading Facility (FLF) dan TNB. Perseroan mencetak kenaikan Laba Bruto sebesar 25 persen per 31 Oktober 2019 menjadi USD 16,1 juta dari USD 12,9 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  Lini bisnis TNB menyumbang 50 persen dari Total EBITDA diikuti FLF sebesar 32 persen dan lini bisnis terbaru MV sebesar 18 persen. Sampai dengan Oktober 2019, komposisi kontrak jangka panjang untuk FLF sudah mencapai 90 persen dan 10 persen spot basis. Sedangkan kontrak jangka panjang untuk TNB mencapai 75 persen dan 25 persen spot basis. Perseroan telah membelanjakan USD 45,8 juta sampai dengan Oktober 2019 dari total target anggaran belanja modal (capex) 2019 sebesar USD 61,3 juta. Realisasi capex sebesar 75 persen ini sebagian besar untuk pembelian 4 unit kapal MV, 1 unit tugboat dan 2 unit tongkang sebagai bagian dari program ekspansi armada. Perseroan mencatat peningkatan Aset sebesar 28 persen menjadi USD 140,6 juta per 31 Oktober 2019 dari USD 110,1 juta per 31 Desember 2018. Terdapat keuntungan penjualan 1 FLF di September 2018 sebesar USD 7,6 juta yang berkontribusi terhadap tingginya laba bersih sebesar 19 persen per Oktober 2018 dibandingkan Oktober 2019. Laba Bersih per 31 Oktober 2019 sebesar USD 9,2 juta.
  Kinerja operasional tetap solid, disamping ekspansi armada yang berkelanjutan, Perseroan terus berinisiatif dalam memonitor penghematan biaya, diantaranya perbaikan dan pemeliharaan kapal (docking) yang dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat dari yang ditargetkan. Utilisasi kapal yang tinggi di rata-rata 94 persen sampai akhir Oktober 2019. Struktur Permodalan terjaga dengan baik, Rasio Hutang terhadap Aset (Debt to Asset Ratio) dan Rasio Hutang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio) sebesar 30 persen dan 50 persen per 31 Oktober 2019, sedikit mengalami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu, dengan adanya pinjaman bank dari Citibank dan ICICI yang sebagian besar digunakan untuk ekspansi armada kapal. Current Ratio mengalami penurunan menjadi 0.81 dari 2.22 dengan adanya pembayaran armada MV dan pinjaman bank jangka pendek dari Citibank. Jumlah Ekuitas meningkat sebesar 18 persen per 31 Oktober 2019 menjadi USD 84,6 juta dari USD 71,7 juta per 31 Desember 2018 dengan kenaikan Saldo Laba (Retained Earnings) sebesar 30 persen, kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor masing-masing sebesar 6 persen dan 144 persen dengan adanya penerbitan saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Ekpansi armada berkelanjutan akan membantu PSS untuk mencapai target pertumbuhan organik sebesar 20 persen sampai 25 persen di tahun 2019. (Romys)


Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Asosiasi Emiten Indonesia dengan Emitennews.com.
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Emitennews.com.