Panel dengan Bootstrap

Dua Emiten Ini Listing Di BEI Langsung Auto Rejection Atas


  EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia kedatangan langsung dua emiten haru ini, yaitu Produsen keju merek Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) dan Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan, PT Palma Serasih Tbk (PGSO) yang meresmikan pencatatan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO). PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) melepas sebanyak 100 juta lembar saham dengan harga penawaran Rp 750 per saham. Sehingga akan memperoleh dana segara sebesar Rp 75 miliar. Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham, perseroan juga menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi obligasi wajib konversi sejumlah 200 juta saham biasa.

  Dalam debut perdananya, saham KEJU langsung melejit 50 persen ke harga Rp 375 poin ke harga Rp 1.125 dari harga penawaran yang sebesar Rp 750 per saham. Direktur Utama KEJU mengatakan, dengan menjadi Public Listed yang transparan dan akuntabel, perseroan akan semakin bertumbuh kedepan seiring dengan prospek bisnis indistri makanan dan minuman," ujar Sandjaya Rusli di gedung BEI Jakarta, Senin (25/11). Dalam memuluskan aksi korporasinya, persroan menunjuk PT Lotis Andalan Sekuritas sebagai pelaksana penjamin efek. (Romys)

  Sementara Palma Serasih Tbk (PGSO) menawarkan sebanyak-banyak 2.850.000.900 saham biasa dengan harga penawaran Rp 105 per saham. Sehingga perseroan akan memperoleh dana segar sebanyak Rp 298.250.000.000. Dalam debut perdananya, saham PGSO langsung melejit 69,52 persen atau 73 poin menjadi Rp 178 per saham dari harga penawaran yang sebesar Rp 105 per saham. Direktur Utama PGSO Budiono Tanbun mengatakan, dengan pencatatan perdana saham perseroan memiliki peluang lebih jauh lebih besar dalam melakukan ekspansi usaha, pembangunan pabrik kelapa sawit dan sarana pendukung, serta peningkatan modal kerja dalam menambah luas areal tertanam dan kapasitas produksi. Adapun dana hasil IPO akan digunakan seluruhnya untuk peningkatan setoran modal di entitas anak agar dapat melakukan ekspansi dengan belanja modal sebesar 43,66 persen, modal kerja 29,76 persen, tambahan dana pembangunan pabrik kelapa sawit 14,15 persen dan capex nih tanaman 12,44 persen. (Romys)


Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Asosiasi Emiten Indonesia dengan Emitennews.com.
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Emitennews.com.