Panel dengan Bootstrap
Ilustrasi, PT Phapros Tbk (PEHA) menarik dan menghentikan produksi yang mengandung bahan aktif ranitidin. (Dok. Tribunnews).

PT Phapros Tbk (PEHA) Tarik dan Hentikan Produksi Berbahan Aktif Ranitidin


  EmitenNews.com - PT Phapros Tbk (PEHA) bertindak cepat. Produsen obat itu menarik dan menghentikan produksi yang mengandung bahan aktif ranitidin. Perseroan menanggapi surat edaran BPOM yang meminta produk ranitidin ditarik dari pasaran karena mengandung N-nitrosodimethylamine. Masyarakat jangan panik. BPOM dan PEHA telah mengambil langkah-langkah penanganan. "PEHA melakukan recall menjangkau seluruh outlet di seluruh Indonesia, seperti Pedagang Besar Farmasi, Instalasi Farmasi Pemerintah, Apotik, Instalasi Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan Dokter," ujar Corporate Secretary PT Phapros Tbk dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/10/2019). Penarikan dilakukan terhadap produk Ranitidin HCl Cairan Injeksi 25 mg/ml untuk nomor bets produk jadi: 95486160 s/d 190, 06486001 s/d 008, 16486001 s/d 051, 26486001 s/d 019. Selain menjangkau outlet di seluruh Indonesia, PEHA juga melapor secara berkala kepada BPOM. Termasuk laporan terkait pemberhentian produksi, recall, dan pemusnahan produk yang mengandung bahan aktif ranitidin tersebut. Recall merupakan tindak lanjut dari penghentian distribusi dan produksi PEHA sejak 25 September 2019. Sebelumnya, mereka berkonsultasi kepada BPOM atas sinyal adanya cemaran N-nitrosodimethylamine ( NDMA) dalam ranitidin. "Langkah ini diambil sebagai niat baik dan gerak cepat PEHA untuk kepentingan masyarakat," kata dia. Sebelumnya, 13 September 2019, ketika US FDA (BPOM Amerika Serikat) dan European Medicine Agency (EMA) yang menemukan cemaran NDMA dalam ranitidin. Website resmi BPOM RI tanggal 4 Oktober 2019 juga menyatakan, cemaran NDMA terkandung dalam bahan baku ranitidine. Bahan baku yang sama juga digunakan perusahaan farmasi di Indonesia, termasuk Phapros. Senyawa NDMA, turunan zat Nitrosamin yang terbentuk secara alami. Reaksi alami dalam bahan aktif ranitidin itulah yang menyebabkan tingkat kandungan NDMA antara satu produk ranitidin dengan lainnya berbeda. Saat ini negara-negara seperti Singapura dan Bangladesh telah merespon terkait masalah ini dengan merecall obat-obatan tersebut. "PEHA sangat mengapresiasi langkah cepat BPOM me- recall obat-obatan yang mengandung ranitidin. Kami juga meminta masyarakat agar tidak panik, karena langkah-langkah cepat telah diambil BPOM dan PEHA sebagai produsen obat. Bagi kami kepentingan konsumen, nomor satu," katanya. ***


Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Asosiasi Emiten Indonesia dengan Emitennews.com.
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Emitennews.com.