Panel dengan Bootstrap
Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen .(Foto:Emitennews)

48 Emiten Diberi Label Notasi Khusus, OJK: Pengawasannya Akan Diperketat


  EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan self regulatory organization (SRO) pasar modal terus mengutamakan perlindungan untuk investor ritel. Hal tersebut dilakukan dengan mengembangkan notasi khusus melalui kode saham emiten. Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengklaim, sudah terdapat 48 emiten yang kode sahamnya dilabel atau diberi notasi khusus, yang kemudian pengawasannya akan diperketat. Menurutnya, dengan pemberian notasi tersebut masyarakat khususnya investor ritel lebih terlindungi. Dari notasi tersebut akan terlihat hal apa yang akan berdampak pada investor. "Jadi data sekarang sudah makin banyak, kita kerjasama dengan SRO semua untuk menganalisa data jadi dari situ semua kita harapannya bisa lebih baik," kata Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/8). Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan saat ini penerapan notasi ini di kode saham emiten masih bersifat voluntary oleh anggota bursa (AB). Saat ini, kata dia, baru 15 AB saja yang sudah menyerapkan sistem ini di sistem perdagangannya. Enam bulan ke depan atau awal 2020 seluruh AB sudah diwajibkan menerapkannya. Hasan menambahkan, jika sudah bersifat wajib, maka nantinya apabila AB tak patuh dalam menerapkan notasi ini maka akan dikenakan sanksi berjenjang mulai dari surat peringatan hingga denda. "Nanti bursa akan mengeluarkan Surat Edaran ya untuk penerapan ini. Karena kan AB harus menyesuaikan dulu dengan sistemnya mereka," tuturnya. (Romys)


Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Asosiasi Emiten Indonesia dengan Emitennews.com.
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Emitennews.com.