Panel dengan Bootstrap

Kinerja Astra International (ASII) Diselamatkan Oleh Sektor Jasa Keuangan Dan Pertambangan


  EmitenNews.com - PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penurunan laba bersih pada paruh semester tahun ini sebesar 5,59 persen menjadi Rp9,803 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pendapatan bersih perseroan naik 3 persen menjadi Rp116,182 triliun dari periode yang sama tahun lalu. Mengutip keterangan resminya, Direktur Utama PT Astra International Tbk. (ASII) Prijono Sugiarto menjelaskan, kinerja Astra ditopang oleh segmen bisnis jasa keuangan dan pertambangan. Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup Astra pada pertengahan semester tahun ini naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp2,8 triliun. Bisnis pembiayaan konsumen juga meningkatan nilai pembiayaan sebesar 6 persen menjadi Rp42,1 triliun dengan kontribusi laba meningkat 39 persen menjadi Rp713 miliar.

  Sementara PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang 44,6 persen sahamnya dimiliki perseroan, mencatat peningkatan laba bersih sebesar 146 persen menjadi Rp711 miliar, terutama disebabkan oleh pemulihan kredit bermasalah. Rasio kredit bermasalah kotor (gross NPL) dan bersih (net NPL) membaik menjadi masing-masing 3,6 persen dan 1,3 persen. Kemudian, perusahaan asuransi umum Grup, PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), mencatat peningkatan laba bersih sebesar 9 persen menjadi Rp540 miliar. Sedangkan perusahaan patungan asuransi jiwa Grup, PT Astra Aviva Life (Astra Life) menambah lebih dari 321.000 nasabah baru asuransi jiwa perorangan dan 64.000 nasabah baru asuransi program kesejahteraan karyawan. Disisi lain, sektor lain yang meningkat kinerjanya adalah divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi meningkat, yakni sebesar 2 persen menjadi Rp3,3 triliun. Kontribusi terbesar dari kegiatan operasional tambang emas dan peningkatan volume aktivitas penambangan yang sebagian diimbangi oleh penurunan penjualan alat berat serta efek dari translasi mata uang asing. Selain itu, segmen infrastruktur dan logistik grup yang mencatat laba bersih fantastis naik 1.975 persen menjadi Rp83 miliar. Hal tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari jalan-jalan tol yang telah beroperasi. (Romys)


Disclaimer:
Berita ini merupakan kerja sama Asosiasi Emiten Indonesia dengan Emitennews.com.
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Emitennews.com.