Panel dengan Bootstrap

Semester I 2019 Laba Bersih PT Elnusa (ELSA) Naik 21 Persen


  EmitenNews.com - Perusahaan penyedia jasa energi PT Elnusa Tbk (Elnusa) mencatat kinerja yang positif pada paruh semester pertama tahun ini. Perseroan mampu meraih laba bersih sebesar 21 persen menjadi Rp155 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp128 miliar. Direktur Keuangan Elnusa, Hery Setiawan menyampikan, capaian laba bersih tersebut berasal dari kontribusi oleh jasa distribusi & logistik 77 persen, jasa hulu migas 21 persen, dan sisanya oleh jasa penunjang. "Kenaikan laba bersih sebesar 21 persen ditengah volatilitas harga minyak membuktikan bahwa Elnusa semakin dewasa dalam menapaki bisnis jasa migas. Kami optimis dengan penjajakan peluang bisnis baru akan membawa Elnusa menutup akhir tahun dengan pencapaian pendapatan usaha sesuai target perusahaan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (30/7). Sementara, dari sisi peningkatan pendapatan usaha juga naik 29 persen dari Rp2,9 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp3,8 triliun pada semester ini. Menurutnya, hasil semester ini merupakan buah kerja terbaik ditengah bayang volatilitas harga minyak yang sempat mengalami penurunan curam pada penghujung 2018. Kenaikan pendapatan usaha yang berhasil tercapai, kata dia, merupakan hasil perbaikan kinerja semua segmen yang ada. Pendapatan usaha jasa hulu migas naik 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jasa penunjang naik 36 persen, serta jasa distribusi & logistik energi naik 21 persen.

  Pada segmen jasa hulu migas, meningkatnya aktivitas survei seismik mendongkrak pertumbuhan pendapatan usaha. Hingga tengah tahun, Elnusa telah mengerjakan enam survei baik darat, zona transisi maupun laut. Salah satu pekerjaan yang mendapatkan apresiasi baik adalah survei seismik 2D di Perairan Semenanjung Indocina, Vietnam. Peningkatan aktivitas ini terutama survei seismik laut, menjadi salah satu pendongkrak pula pada peningkatan pendapatan usaha jasa penunjang. Pada segmen lainnya yaitu jasa distribusi & logistik energi, peningkatan kinerja disebabkan oleh naiknya volume thruput. Kenaikan terjadi pada unit jasa transportasi BBM, manajemen depo maupun bisnis perdagangan BBM industri marine. "Secara kontribusi, perolehan pendapatan tengah tahun ini masih didominasi oleh segmen jasa distribusi & logistik energi sebesar 51 persen. Jasa hulu migas menyumbang 42 persen dan sisanya oleh jasa penunjang," tambah Hery.

  Saat ini, Ia menambahkan, Elnusa tengah menjajaki berbagai peluang baru dari berbagai segmen. Pada jasa hulu migas beberapa peluang yang dijajaki antara lain pengembangan pasar baru di luar negeri, peluang signature bonus eksplorasi & multiclient seismic, serta bisnis operation & maintenance refinery. Pada jasa distribusi dan logistik energi, Elnusa memulai bisnis infrastruktur dengan revitalisasi maupun pembangunan terminal BBM, serta menggenjot bisnis chemical untuk enhanced oil recovery. Selain itu, bisnis pendukung dengan memanfaatkan internet of things juga mulai dikembangkan. "Hingga saat ini, Elnusa telah merealisasikan beberapa peluang bisnis baru. Diantaranya adalah penjajakan jasa operation & maintenace kilang di beberapa proyek, bisnis infrastruktur dengan revitalisasi maupun pembangunan terminal BBM, serta memulai jasa chemical untuk mendukung EOR," tandasnya. (Romys)