Panel dengan Bootstrap

BEI Akan Bebaskan Biaya Transaksi Saham Jaminan Reksadana


  EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku, saat ini sedang menunggu persetujuan penghapusan biaya transaksi bursa untuk dealer partisipan yang melakukan transaksi reksa dana bursa dan pembelian saham jaminan reksa dana bura atau exchange trade fund (ETF). Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menuturkan, penghapusan biaya transaksi bursa atau levy fee tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai transaksi bagi transaksi reksa dana bursa di pasar sekunder. "Sekarang ini nilai transaksi ETF di pasar sekunder sangat minim. Pasalnya investor menghitung biaya transaksi bursa ETF," ujarnya di kantornya, Senin (29/7). Hasan menjelaskan, biaya komponen transaksi seperti seperti levy fee akan turun menjadi pertimbangan untuk harga penawaran beli dan jual sehingga rentangnya lebar. "Sulit bagi dealer partispan melakukan penawaran jual dan beli dalam rentang yang kecil," tuturnya.

  Hasan menambahkan, dengan minimnya transaksi reksa dana bursa di pasar sekunder itu membuat biaya transaksi bursa yang diterima oleh BEI sangat kecil. "Bayangkan dalam satu tahun hanya sekitar Rp100 juta," imbuhnya. Disisi lain, BEI telah mengajukan peninjauan kembali untuk penghapusan penggenaan pajak final Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi reksa dana bursa pada Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). Saat ini pajak fina PPN transaksi bursa dengan tariff 0,01 persen. "Kita kontrak Investasi Kolektif (KIK ) di kecualikan dari pajak dan ETF juga juga KIK yang dicatatkan bursa," kata dia. Pihaknya berharap kompirmasi dari Ditjen Pajak diperoleh pada awal September 2019 dan lampu hijau dari OJK juga keluar dalam waktu dekat ini. "Jika sudah keluar kami akan berlakukan segera," tandasnya. (Romys).